Apakah Kulit Sensitif Bisa Normal Kembali? Ini Tips dari Expert!
Kulit sensitif sering kali menjadi sumber ketidaknyamanan, mulai dari kemerahan, gatal, hingga peradangan. Tidak sedikit dari mereka yang terdampak bertanya-tanya, apakah kulit sensitif bisa normal kembali? Sebutan kulit sensitif bisa merupakan tanda suatu penyakit, ataupun terjadi pada kulit normal yg mengalami gangguan barrier. Skin barrier berfungsi melindungi kulit dari polusi, alergen, dan bahan kimia. Saat skin barrier melemah, kulit rentan iritasi, sehingga diperlukan perawatan tepat dan konsisten agar kembali normal. Lantas, bagaimana cara merawatnya?
Kali ini kami hadir untuk menjelaskan seputar kulit sensitif, faktor-faktor penyebab, serta menjawab pertanyaan penting lainnya. Selain itu, Anda akan menemukan berbagai tips efektif untuk merawat kulit sensitif yang direkomendasikan langsung oleh ahli dermatologi, venereologi, dan estetika, dr. Annisa Anjani Ramadhan, SpDVE.
Profil Dokter :
“dr. Annisa Anjani Ramadhan, SpDVE, adalah seorang dokter spesialis kulit dan kelamin yang praktik di RSIA Tambak. Beliau dapat memberikan layanan konsultasi kesehatan kulit dan kelamin.
dr. Annisa Anjani Ramadhan, SpDVE, menyelesaikan pendidikan spesialis dermatologi dan venereologi di Universitas Indonesia. Selain itu, beliau juga tergabung dalam organisasi profesi Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).”
Apa Itu Kulit Sensitif?
Istilah "kulit sensitif" pertama kali didefinisikan pada tahun 1970-an. Istilah ini umumnya digunakan untuk menggambarkan kulit yang lebih reaktif dan karenanya lebih rentan terhadap iritasi kulit dibandingkan jenis kulit lainnya. Menurut penelitian yang diterbitkan di International Journal of Cosmetic Science, kulit sensitif biasanya ditandai dengan gejala seperti:
-
Tekstur kulit tipis dengan tampilan tembus cahaya (translucent).
-
Kemerahan yang menandakan kapiler terlalu reaktif atau kecenderungan ke arah rosacea.
-
Kulit terasa kering hingga mengelupas pada daerah pipi dan dahi (menunjukkan kulit dehidrasi dan skin barrier terganggu).
-
Rasa panas dan gatal atau sensasi terbakar yang juga bisa menjadi tanda kapiler yang terlalu reaktif.
-
Sensasi tertarik.
Sementara itu, ada banyak kemungkinan yang menjadi penyebab dari kulit sensitif. Beberapa orang terlahir dengan kulit yang secara alami lebih sensitif dan meskipun kulit sensitif dapat disebabkan oleh genetika, semua jenis kulit juga dapat mengalami sensitivitas sementara. Ini biasanya terjadi ketika kulit terpapar alergen atau iritan seperti sabun yang keras, astringen, dan wewangian. Bisa juga penyebabnya karena paparan lingkungan seperti perubahan cuaca ekstrem, polusi, dan radiasi UV. Terkait kulit sensitif, penting untuk diingat bahwa kulit masing-masing individu itu unik, karenanya sensitivitas dapat bervariasi berdasarkan kulit setiap individu.
Apakah Kulit Sensitif Bisa Kembali Normal?
Jawabannya adalah bisa membaik, meskipun tidak sepenuhnya berubah menjadi kulit normal. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), tingkat sensitivitas kulit sensitif dapat diredakan bila dirawat dengan tepat serta menghindari faktor pemicunya. Proses ini melibatkan penguatan skin barrier serta menjaga keseimbangan kelembapan kulit.
Studi yang diterbitkan di Journal of Dermatological Science menunjukkan bahwa memperbaiki skin barrier dengan produk yang mengandung Ceramide, Hyaluronic Acid, atau Lipid alami dapat membantu memulihkan kulit sensitif dalam beberapa minggu hingga bulan.
Berapa Lama Kulit Sensitif Sembuh?
Waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan kulit sensitif sangat bervariasi, tergantung pada beberapa faktor:
-
Tingkat keparahan kondisi kulit: Kulit yang hanya mengalami iritasi ringan biasanya membaik dalam 1 sampai 2 minggu, sedangkan kasus yang lebih parah dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan.
-
Jenis perawatan yang digunakan: Produk yang cocok dan sesuai anjuran dermatologis dapat mempercepat pemulihan.
-
Konsistensi dalam perawatan: Rutinitas disiplin mempercepat hasil yang terlihat.
Para ahli merekomendasikan untuk bersabar dan memonitor perubahan secara bertahap. Konsultasi dengan dermatolog jika gejala tak kunjung membaik.
Tips dari Expert untuk Merawat Kulit Sensitif agar Kembali Normal
Untuk merawat kulit sensitif secara gentle, perlu diingat membutuhkan waktu yang tidak instan. Beberapa langkah perawatan ini bisa mulai diterapkan apabila kulit Anda sensitif:
1. Gunakan Produk yang Lembut
Saat memilih pembersih wajah untuk kulit sensitif, kami sarankan untuk menggunakan formula yang telah teruji alergi, dengan pH seimbang, dan bebas pewangi yang dirancang untuk membersihkan secara efektif tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit. Produk dengan klaim gentle, fragrance free, dermatology tested, dan hypoallergenic bisa diandalkan saat memilih perawatan wajah.
2. Lakukan Double Cleansing
Metode pembersihan wajah double cleansing dilakukan sebaiknya saat wajah benar-benar terpapar produk perawatan dan kosmetik dalam jumlah banyak. Pilihlah jenis pembersih berbasis minyak diikuti pembersih berbasis air. Bahan ini membantu menghapus kotoran tanpa merusak skin barrier.
3. Oleskan Pelembap Secara Rutin
Untuk kulit sensitif, step melembapkan kulit merupakan hal esensial sehingga sebisa mungkin gunakanlah pelembab setiap 2 jam sekali. Untuk hasil maksimal, kandungan seperti Ceramide, Squalane, atau Hyaluronic Acid diutamakan untuk mencapai skin barrier yang kuat.
4. Gunakan Sunscreen Secara Rutin
Paparan sinar UV dapat memperburuk kondisi kulit sensitif. Maka dari itu, pemilihan sunscreen dengan kandungan Zinc Oxide dan Titanium Dioxide amat disarankan karena molekul bahan aktifnya lebih besar sehingga kecil resikonya terserap ke lapisan kulit yang lebih dalam dan memicu iritasi. Kedua kandungan ini biasa terkandung dalam physical sunscreen yang direkomendasikan untuk kulit sensitif. Seringkali produk non-chemical sunscreen meninggalkan white cast, sebagian pemakainya merasa hal tersebut menjadi kekurangan.
5. Hindari Produk yang Mengandung Bahan Keras, Alergen atau Bahan Iritatif
Bahan seperti paraben, pewangi, dan sulfat yang dapat memicu iritasi. Baca label produk sebelum membeli dan hindari beberapa bahan berikut:
-
Alcohol Denat (Ethanol): Dapat menyebabkan kulit kering dan memperburuk sensitivitas.
-
Pewarna Sintetis: Sering kali ditambahkan untuk mempercantik produk, tetapi dapat memicu alergi pada kulit sensitif.
-
Essential Oil Berlebihan: Meskipun alami, penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif.
-
Asam dengan Konsentrasi Tinggi (Seperti AHA/BHA): Dapat memperparah iritasi jika tidak digunakan dengan hati-hati.
-
Mineral Oil atau Petroleum: Meski aman bagi sebagian orang, bahan ini bisa menyumbat pori-pori pada beberapa tipe kulit.
6. Lakukan Patch Test
Selalu lakukan patch test terlebih dahulu dengan mengoleskan sedikit produk pada area kecil kulit seperti belakang telinga dan lengan dalam. Diamkan selama 24 hingga 48 jam dan perhatikan apakah ada reaksi seperti kemerahan, gatal, atau iritasi. Jika tidak ada reaksi, produk tersebut berarti tidak menimbulkan alergi pada kulit wajah.
Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika
dr. Annisa Anjani Ramadhan, SpDVE
“Melakukan patch test penting, terutama bagi pemilik kulit sensitif untuk meminimalkan risiko alergi atau iritasi. Meski saat patch test kulit tidak bereaksi negatif, bukan berarti produk aman digunakan. Jadi, tetap waspada dengan kemungkinan iritasi.”
7. Jangan Sering Berganti Produk
Mengganti produk perawatan kulit terlalu sering dapat mengganggu stabilitas kulit, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Setiap produk membutuhkan waktu untuk menunjukkan efeknya, umumnya sekitar 4 hingga 6 minggu, tergantung pada jenis produk dan kondisi kulit. Jika terlalu sering mengganti produk, kulit tidak memiliki kesempatan untuk beradaptasi dengan formula baru, sehingga dapat memicu iritasi, kemerahan, atau bahkan memperburuk sensitivitas kulit.
Selain itu, terlalu sering mencoba produk baru juga meningkatkan risiko terpapar bahan-bahan yang mungkin tidak sesuai atau berpotensi menyebabkan reaksi alergi. Oleh karena itu, penting untuk memilih produk yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit, lalu konsisten menggunakannya dalam jangka waktu tertentu sebelum mengevaluasi hasilnya.
8. Hindari Menyentuh Wajah
Kebiasaan menyentuh wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu dapat membawa kotoran dan bakteri ke kulit. Hal ini dapat memperburuk kondisi kulit sensitif dan meningkatkan risiko munculnya jerawat atau iritasi. Selain itu, tekanan atau gesekan dari tangan juga dapat mengiritasi kulit yang sudah rentan.
9. Hindari Eksfoliasi Terlalu Sering dan Terlalu Kasar
Eksfoliasi memang penting untuk mengangkat sel kulit mati, tetapi jika dilakukan terlalu sering atau menggunakan produk yang terlalu keras dapat mengikis lapisan pelindung kulit (skin barrier). Karenanya, cukup lakukan maksimal 1 kali seminggu. Selalu perhatikan reaksi kulit setelah eksfoliasi dan hindari pemakaian ulang bila muncul kemerahan atau rasa perih.
Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika
dr. Annisa Anjani Ramadhan, SpDVE
“Jenis eksfoliasi terbagi menjadi dua, scrub (fisik) dan kimia. Apabila hendak melakukan eksfoliasi secara mandiri di rumah, jenis scrub yang dianjurkan. Eksfoliasi menggunakan cairan kimia tidak disarankan berapapun persentasenya (dari rendah sampai tinggi).”
10. Konsultasikan dengan Ahli Dermatologi
Jika gejala kulit sensitif terus berulang meski telah mencoba berbagai perawatan, sangat penting untuk berkonsultasi dengan ahli dermatologi. Mereka dapat membantu mendiagnosis penyebab kulit sensitif, seperti alergi, dermatitis, atau gangguan lainnya. Selain itu, dermatolog dapat merekomendasikan produk atau perawatan medis yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi kulit.
Baca Juga: Expert Tips: Penyebab Iritasi Kulit pada Wajah dan Cara Mengatasinya Dengan Efektif
Jadi, kulit sensitif memang bisa kembali normal dengan syarat menggunakan produk perawatan wajah yang tepat. Pemahaman tentang faktor penyebab dan penerapan rutinitas skincare yang lembut menjadi langkah awal yang penting. Ingatlah untuk selalu memperhatikan reaksi kulit terhadap produk yang digunakan, serta berkonsultasi dengan ahli jika dibutuhkan. Lakukanlah dengan sabar dan konsisten untuk wujudkan kulit wajah yang kembali sehat.